Tuesday, May 03, 2016

Mari Mengutuki Pendidikan Negara Ini

Azar Widadsyah


No, I would not write about 'Pendidikan Yang Tidak Merata' or 'Masih Banyak Anak Tidak Bersekolah'. It's a never ending circle and i'm tired of running. 

Beberapa saat yang lalu, kita dikejutkan dengan perayaan kelulusan anak sekolah menengah yang dinilai terlalu berlebihan. Timeline saya di berbagai media sosial mendadak sangat riuh dengan kecaman, caci maki dan bagi orang yang hatinya cukup lembut, nasihat. Foto-foto mereka yang sedang party disebarluaskan (jelas tanpa izin dari empunya foto), dan mengikuti dibawahnya kalimat-kalimat nan bijak yang menyesalkan apa yang mereka lakukan. And it happens every fucking years. 


Wednesday, March 02, 2016

Aksi Sosialmu Bukanlah Segalanya

Azar Widadsyah
Akhir-akhir ini, saya sedang aktif di beberapa komunitas yang ada di kota Malang. Dari komunitas tersebut, saya menjumpai berbagai tipe orang. Lingkungan di dalamnya benar-benar heterogen.

Rata-rata, komunitas yang saya masuki bergerak, atau setidaknya memiliki proker sosial. Sebuah movement yang bagus memang, mereka berusaha memperbaiki dunia atau setidaknya, membuat hidup menjadi lebih mudah untuk beberapa orang.

Tapi saya melihat ada satu kesalahan mindset di dalamnya. Saya tidak tahu, apa hanya saya yang sadar, atau semuanya sadar tapi tidak menganggap itu salah? Entahlah, benar dan salah memang masalah persepsi belaka. 

Friday, December 25, 2015

Perempuan dan Kesialan-Kesialan Mereka

Azar Widadsyah
Beberapa hari lalu, saya dibuat tertegun oleh statement salah seorang teman wanita saya.

Bagaimana tidak? Dia berkata bahwa dia sangat jarang menjumpai laki-laki yang mendekatinya tanpa niat buruk. Saya, yang kebetulan juga seorang laki-laki, dengan keras menentang asumsi dia tersebut. 

Dia hanya menjawab: "coba saja amati pembicaraan laki-laki dengan teman-teman lelakinya."

Saya menuruti sarannya dan rupanya, apa yang saya dengar seolah-olah mengiyakan asumsi teman saya tersebut. 

Friday, October 02, 2015

International Coffee Day

Azar Widadsyah
Setahu saya, hari ini adalah Hari Kopi Internasional. Dan sebagai salah satu dari banyak sekali penikmat kopi, sepertinya menyenangkan jika saya membahas sedikit tentang kopi.

Entah bagaimana ceritanya, kopi menjadi minuman yang sangat digemari oleh masyarakat internasional. Seolah tak peduli pada batas-batas negara, kopi sudah mengglobal bahkan sebelum kita mengenal internet. 

Saya pribadi, menyukai kopi karena cita rasanya yang autentik. Beberapa orang lainnya mungkin menyukai kopi karena efek yang ditimbulkan, membuat penikmatnya terjaga saat dibutuhkan. Beberapa mungkin mengikuti tren.Yang jelas masih banyak alasan lain yang dimiliki sesama penikmat kopi di luar sana. 

Jenis-jenis kopi yang sangat banyak dan tersebar di seluruh dunia, membuat kopi memiliki cita rasa yang bervariasi, tapi tetap mengakar kuat. Saya memang tidak pernah mencicipi kopi dari negara lain, tapi jika kopi Indonesia saja sudah mampu memberikan berbagai macam cita rasa dan jenis berbeda, bisa dibayangkan bukan variasi seperti apa yang dimiliki oleh kopi-kopi di negara lain sana?

Thursday, October 01, 2015

The Trees and The Wilds: "Rasuk" yang Membuat Patah Hati.

Azar Widadsyah
Sebuah testimoni dari salah satu tokoh musik yang cukup viral di dunia maya, sukses mengejutkan saya di siang bolong.

Saya lupa seperti apa persisnya yang dia katakan, namun inti dari perkataannya akan selalu saya ingat. Bahwa The Trees and The Wild (atau yang sekarang sudah berganti nama menjadi Trees and Wild), kemungkinan besar tidak akan memainkan lagi lagu dari album "Rasuk" secara live. 

Sampai hari ini, saya belum kesampaian untuk menyaksikan performa mereka secara langsung. Cukup disayangkan, mengingat lagu-lagu mereka, khususnya dari album yang tadi telah disebut, sudah menjadi teman menjalani hari selama tiga tahun terakhir. Album pertama mereka adalah salah satu dari sedikit album yang tak pernah dihapus dari gadget. 

Dan mendengar kabar itu, tidak butuh otak yang brilian untuk mendapatkan kesimpulan bahwa tidak mungkin lagi mendengar mereka memainkan lagu-lagu itu pada konser mereka, jika suatu hari saya berkesempatan untuk menyaksikan mereka langsung didepan mata saya.

Powered by Blogger.